1. Belajar Dari Masyarakat
Prinsip dasar pada pembelajaran masyarakat adalah prinsip
dari, oleh, dan untuk masyarakat. Prinsip
ini merupakan pengakuan serta
kepercayaan akan nilai dan relevansi pengetahuan tradisional
masyarakat serta
kemampuan masyarakat untuk memecahkan masalah-masalah mereka sendiri.
2. Pendamping sebagai Fasilitator
Masyarakat sebagai Pelaku Pendamping
harus sangat menyadari bahwa pendamping tidak sebagai
pelaku atau guru, namun
hanya sebagai fasilitator sehingga masyarakat merupakan narasumber utama
dalam
memahami keadaan masyarakat itu. Bahkan dalam penerapannya masyarakat dibiarkan
mendominasi kegiatan. Jikapun pada awalnya peran pendamping lebih besar, harus
diusahakan agar
secara bertahap peran itu bisa berkurang dengan mengalihkan
prakarsa kegiatan-kegiatan pada warga
masyarakat itu sendiri.
3. Saling Belajar, Saling Berbagi Pengalaman
Konsep pemberdayaan masyarakat secara mendasar berarti
menempatkan masyarakat beserta
institusi-institusinya sebagai kekuatan dasar
bagi pengembangan ekonomi, politik, sosial, dan budaya.
Menghidupkan kembali
berbagai pranata ekonomi masyarakat untuk dihimpun dan diperkuat sehingga
dapat
berperan sebagai lokomotif bagi kemajuan ekonomi merupakan keharusan untuk
dilakukan.
Ekonomi rakyat akan terbangun bila hubungan sinergis dari berbagai
pranata sosial dan ekonomi yang
ada didalam masyarakat dikembangkan kearah terbentuknya
jaringan ekonomi rakyat.
Perilaku efisien artinya berpikir dan bertindak serta menggunakan sarana
produksi secara tepat guna
atau berdaya guna. Berperilaku modern artinya
mengikuti dan terbuka terhadap perkembangan dan
inovasi serta perubahan yang
ada.
Sedangkan
berdaya saing tinggi yaitu mampu berpikir dan bertindak serta menggunakan
sarana produksi atas dasar memperhatikan mutu hasil kerjanya dan kepuasan konsumen yang dilayaninya
(Sumardjo, 1999).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar