Kamis, 23 Mei 2013

Prinsip-prinsip Pemberdayaan Masyarakat

Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan pada pemberdayaan masyarakat adalah sebagai berikut :

          1.  Belajar Dari Masyarakat
         Prinsip dasar pada pembelajaran masyarakat adalah prinsip dari, oleh, dan untuk masyarakat. Prinsip 
         ini merupakan pengakuan serta kepercayaan akan nilai dan relevansi pengetahuan tradisional 
         masyarakat serta kemampuan masyarakat untuk memecahkan masalah-masalah mereka sendiri.

    2.  Pendamping sebagai Fasilitator
               Masyarakat sebagai Pelaku Pendamping harus sangat menyadari bahwa pendamping tidak sebagai 
               pelaku atau guru, namun hanya sebagai fasilitator sehingga masyarakat merupakan narasumber utama 
               dalam memahami keadaan masyarakat itu. Bahkan dalam penerapannya masyarakat dibiarkan 
               mendominasi kegiatan. Jikapun pada awalnya peran pendamping lebih besar, harus diusahakan agar 
               secara bertahap peran itu bisa berkurang dengan mengalihkan prakarsa kegiatan-kegiatan pada warga 
               masyarakat itu sendiri.
       
          3.  Saling Belajar, Saling Berbagi Pengalaman
        Konsep pemberdayaan masyarakat secara mendasar berarti menempatkan masyarakat beserta 
        institusi-institusinya sebagai kekuatan dasar bagi pengembangan ekonomi, politik, sosial, dan budaya. 
       Menghidupkan kembali berbagai pranata ekonomi masyarakat untuk dihimpun dan diperkuat sehingga 
       dapat berperan sebagai lokomotif bagi kemajuan ekonomi merupakan keharusan untuk dilakukan. 
       Ekonomi rakyat akan terbangun bila hubungan sinergis dari berbagai pranata sosial dan ekonomi yang 
       ada didalam masyarakat dikembangkan kearah terbentuknya jaringan ekonomi rakyat.
       Perilaku efisien artinya berpikir dan bertindak serta menggunakan sarana produksi secara tepat guna 
       atau berdaya guna. Berperilaku modern artinya mengikuti dan terbuka terhadap perkembangan dan 
       inovasi serta perubahan yang ada.

       Sedangkan berdaya saing tinggi yaitu mampu berpikir dan bertindak serta menggunakan sarana 
       produksi atas dasar memperhatikan mutu hasil kerjanya dan kepuasan konsumen yang dilayaninya 
       (Sumardjo, 1999).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar